Pada Sisa Terang Lampu

Acep Zamzam Noor

Selain kabut, aku tak bisa menebak
Keluasan langit dengan warna kemerahannya
Darah bulan menggenangi lereng bukit yang tua
Sambil mendaki kusongsong topan untuk mengekalkan
Kenangan. Doa-doaku menyelinap di antara
Keremangan yang matang oleh harum belerang

Aku tuliskan kerinduanku pada sisa terang lampu
Yang dikedipkan pulau-pulau di kejauhan
Lalu malam menyalakan mega yang terpendam
Di jantungku bergolak seribu kawah gunung berapi
Tapi hanya pada kabut, aku serahkan semua kata
Persembahan kudus yang hangus menjadi asap dupa

Iklan

Penulis: Editorial Staff

Ordinary Blogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s